Suara Misterius Dari Langit, Semoga Menambah Keimanan Kita Kepada Allah SWT

SPEAK YOUR MIND

alam semesta

       Beberapa hari terakhir ini dunia dihebohkan oleh suara aneh yang terdengar dari langit. Ada sekitar empat negara atau lebih yang secara jelas mendengar suara yang ‘mirip’ dengan bunyi tiupan terompet tersebut, diantaranya Kanada, Amerika Serikat, Australia dan Jerman. Karena suara misterius tersebut banyak dihubungkan dengan bunyi sangkakala yang merupakan tanda hari kiamat, maka beberapa komentar atau asumsi (anggapan) dan bahkan interpretasi (tafsiran) pun banyak bermunculan. Berikut ini salah satu komentar sekaligus bantahan dari Ust. Yunahar Ilyas mewakili segenap Majelis Ulama Indonesia (MUI).

     Ust. Yunahar Ilyas yang merupakan seorang Ketua MUI membantah jika suara tersebut merupakan bunyi sangkakala yang dibunyikan oleh malaikat Israfil sebagai tanda hari kiamat sesuai dengan kepercayaan umat muslim. “Saya punya keyakinan bahwa suara itu bukan bunyi sangkakala Isrofil dan bukan tanda hari kiamat,” ungkap Yunahar. Ia menambahkan, “Dalam islam, tiupan sangkakala tanda kiamat itu akan terdengar di seluruh dunia. Tiupan pertama akan membuat seluruh makhluk mati, baru tiupan kedua semua makhluk hidup lagi,” timpalnya.

        Menurut Beliau, sebelum tiupan sangkakala, hari kiamat juga akan didahului oleh tanda-tanda lainnya, seperti matahari yang terbit dari barat. Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) juga turut menanggapi suara aneh dari langit tersebut menjelaskan, bahwa suara misterius itu bukan dari luar angkasa, tetapi masih berasal dari bumi.

      “Jika suara aneh tersebut datangnya dari luar bumi itu tidak mungkin. Karena suara akan menjalar melalui medium udara. Kalau di luar angkasa kan tidak ada atmosfer, jadi tidak mungkin suara dapat merambat,” ujar Ketua Lapan, Thomas Djamaludin. Walau belum mengetahui pasti sumber suara misterius itu, Thomas menyebutkan bahwa suara seperti itu dapat terjadi akibat aktifitas alam. Suara dari alat industri ataupun perangkat buatan manusia untuk tujuan penelitian juga bisa menjadi salah satu faktor penyebabnya.

       Begitulah menurut para tokoh peneliti, baik dari tokoh religius dan saintis Muslim atau dari para saintis kaafiriin (non-Islam) yang tidak kami nukil di artikel ini. Namun terlepas dari itu tak ada seorang pun yang dapat menjelaskan kejadian ini secara jelas dan pasti. Cukuplah tauhid rubbubiyyah sebagai dasar pemahaman kita bahwa Allah SWT lah Yang Maha Menguasai Semua Makhluk yang telah diciptakan-Nya. Dia Maha Berkehendak terhadap segala sesuatu, ‘Be! And It is’ Jika Dia hendak melakukan sesuatu maka hanya dengan kata ‘Jadilah! Maka semuanya akan terjadi’. Ya, Dia lah Allah SWT Robb semesta alam.

       Seyogianya kita sebagai seorang Muslim/Muslimah wajib mengatakan Wallohu a’lam setelah berkomentar, apalagi kita tidak tahu seperti apakah hal yang sebenarnya. Namun itulah yang kini banyak terjadi, banyak manusia yang ‘mendahului’ Allah SWT, mendahulukan pendapatnya sendiri tanpa menyerahkan hakikat dan kepastiannya kepada Allah SWT. Padahal semua perkataan akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.

     Wallohu a’lam, semoga kejadian ini senantiasa menambah keimanan kita kepada Alloh SWT Yang Maha Penyayang, Maha Mengetahui dan Maha Mengurus Alam Semesta. Aamiin. . .

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *