Renungan Mutu Manikam

SPEAK YOUR MIND

Saudaraku kaum Muslimin…, renungkanlah poin berharga berikut:

  • Bukankah Valentine’s Day adalah hari raya para penyembah berhala dan budaya paganisme (watsaniyyah) yang berkolaborasi dengan isme sesat Nashrani-Kristen?

Karenanya, tidak halal bagi seorang Muslim untuk ikut merayakan, menyetujui, atau turut mengucapkan selamat atasnya. Sebaliknya, setiap Muslim wajib untuk meninggalkan dan menjauhinya dalam rangka memenuhi perintah Alloh  dan Rosul-Nya , serta untuk menjauhi sebab-sebab yang mendatangkan kemurkaan dan adzab-Nya.

  • Bukankah Valentine’s Day adalah perayaan dalam rangka menghormati pendeta Santo Valentinus?

Karenanya, tidak halal bagi seorang Muslim untuk ikut merayakannya yang berarti telah menjadikan pendeta sesat tersebut sebagai rujukan, idola dan teladan. Padahal ini telah dilarang Alloh  dalam firman Nya di: QS. al-Ma’idah [5]:51

  • Bukankah merayakan Valentine’s Day merupakan tindakan menyerupai, meniru dan membeo (tasyabbuh) kepada ajaran “campursari” paganisme dan Nashrani-Kristen?

Padahal tindakan tasyabbuh ini telah dilarang oleh Rosululloh  (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Di samping itu, Alloh  juga telah menegaskan bahwa orang-orang kafir yang budayanya banyak diikuti adalah ahli neraka. Lihat: QS. al-Bayyinah [98]: 6

Bila telah “sangat nyata dan terbukti” kebenaran poin-poin di atas, bukankah ikut serta dalam perayaan Valentine’s Day termasuk bentuk kerja sama dalam perbuatan dosa dan permusuhan, serta sebagai kemaksiatan kepada Alloh dan Rosul-Nya ?

Padahal Alloh  telah berfirman:

“Tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketaqwaan, dan janganlah kalian tolong menolong dalam dosa dan permusuhan.” (QS. al-Ma’idah [5]: 2)

  • Benarkah klaim bahwa Valentine’s Day melahirkan kasih dan sayang yang sejati?

Tentu saja tidak benar alias dusta! Bagi seorang Muslim kasih sayang sejati tidak didapat-kan dengan perbuatan tidak senonoh yang bertentangan dengan moralitas dan agama. Kasih sayang yang dilahirkan Valentine’s Day hanyalah kasih sayang semu dan palsu, tepatnya hawa nafsu sesaat untuk berasyiq-mahsyuq dengan gratis!

Kasih sayang sejati adalah dengan mencintai lawan jenis secara mubah dan syar’i melalui ikatan suci pernikahan yang sah seperti yang diajarkan agama, dan dibutuhkan setiap saat hingga akhir kehidupan, bukan hanya pada tanggal 14 Februari saja!

Last but not least, haruskan kaum Muslimin merayakan Valentine’s Day dengan segala hingar-bingar kemaksiatan dan mitologi syirik-kufur yang melatarbelakanginya?

Jawabnya, tentu tidak!!!!!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *