Profil

Seringkali kita dapati, bahwa remaja mempunyai peranan yang sangat besar dalam pembangunan bangsa dan agama. Bangsa ini menantikan para penerusnya membawa nama Indonesia ke negara lain dan mengharumkannya, bangsa ini pun menantikan inovasi-inovasi yang dibuat oleh putra bangsa kelak di kemudian hari dengan tujuan menghapus ketergantungan kepada negara lain menuju negara yang mandiri. Mereka adalah harapan bangsa yang akan berjuang demi masa depan negara yang lebih cerah. Mereka juga diwaktu yang sama adalah tumpuan agama yang akan berjuang demi kejayaan Islam dimasa yang akan datang. kita semua maklum bahwa masa depan bangsa dan agama ditentukan oleh remaja masa kini, شباب اليوم رجال الغد, young today is Leader Tomorrow, remaja hari ini adalah pemimpin di masa yang akan datang. Bagaimana keadaan bangsa ini 10, 20, 30 tahun yang akan datang, jawabannya ada di tangan remaja-remaja hari ini, kalau remajanya baik, maka baiklah bangsa ini, kalau remajanya rusak maka wallahu A’lam.

Pada perkembangan selanjutnya para remaja semakin hari semakin menghawatirkan, mungkin kita sering saksikan berita di televisi maupun di radio yang disebabkan oleh kenakalan remaja diantaranya tawuran, pelecehan seksual, pergaulan bebas, pemakaian narkoba dan prilaku negatif lainnya. Remaja yang seharusnya menjadi kader-kader penerus bangsa kini tidak bisa lagi menjadi jaminan untuk kemajuan Bangsa dan Negara. Bahkan perilaku mereka cenderung merosot. Remaja seringkali sulit mengatasi masalah mereka. Karena permasalahan-permasalahan remaja yang sulit mereka atasi maka berakibat pada timbulnya kenakalan remaja. Kenakalan remaja itu harus diatasi, dicegah dan dikendalikan sedini mungkin agar tidak berkembang menjadi tindak kriminal yang lebih besar yang dapat merugikan dirinya sendiri, lingkungan masyarakat dan masa depan bangsa.

Program “Pembinaan dan Pemberdayaan Pemuda”,melalui tiga program utama yaitu, mencetak buku, pesantren imam bukhori, dan pesantren Mahasiswa,kami sebagai yayasan cinta remaja bangsa sadar bahwa kenakalan remaja harus segera dihilangkan, remaja harus dibina, dididik, sesuai tuntunan agama dan bangsa agar remaja saat ini menjadi remaja yang agamis, agresif, inovatif, progresif, dan produktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *