Pionir Muda: Pelajaran dari Seorang Ibnu ‘Abbas Radhiallahu’anhuma

SPEAK YOUR MIND

ibn abas
Pada suatu hari Amirul Mu’minin, Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu pernah membawa Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma yang kala itu masih muda ke perkumpulan para sahabat senior yang pernah ikut perang Badar.

          Para sahabatpun berkata kepada Umar radhiallahu’anhu, “Wahai Umar, Mengapa engkau membawa anak muda ini? di rumah kami pun kami punya anak seusia ini”. Umar radhiyallahu’anhu menjawab, “Yaa, begitulah!”.

        Sampai pada satu saat Umar bin Khattab radhiallahu’anhu sengaja mengumpulkan orang-orang tua tersebut dan turut mengundang pula Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma. Umar radhiyallahu’anhu bertanya kepada para sahabat senior tersebut, “Apa komentar kalian tentang ayat,

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ (1) وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا (2) فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا (3

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.’ (QS. An Nashr: 1-3)???”

          Sebagian dari para sahabat itu menjawab, “Allah menyuruh kita untuk memuji dan minta ampun kepada-Nya ketika datang pertolongan Allah”. Sebagian lainnya diam saja.

       Kemudian Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu bertanya kepada Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, “Apakah benar demikian wahai Ibnu ‘Abbas?”. Ibnu Abbas radhiyallahu’anhumaa muda pun menjawab, “Tidak! Bukan demikian maksudnya”. Umar radhiyallahu’anhu menyahut, “Lantas bagaimana?”.

       Ibnu Abbas muda menjawab, “Ayat ini adalah pengkabaran tersirat tentang dekatnya kewafatan Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah memberitahunya dengan ayat-Nya, ‘Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan’, itu berarti penaklukan Makkah dan itulah tanda akan datangnya wafatmu wahai Nabi, oleh karena itu ‘Bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampunan, sesungguhnya Dia Maha Menerima taubat.'” Kemudian Umar radhiyallahu’anhu menimpali, “Nah, inilah penafsiran yang tepat yang saya tahu”.

        Hikmah dalam cerita ini adalah hendaknya kaum tua tidak menyepelekan anak muda, karena seperti dalam kisah ini Ibnu Abbas muda mempunya ilmu yang tidak ada pada para sahabat yang lain sekalipun dari beberapa para mujahid perang badar yang dijamin masuk surga. Tapi, perlu diingat pula, anak muda jangan sombong dan meremehkan orang tua mentang-mentang mempunyai banyak ilmu, lihatlah bagaimana Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma yang tidak mau mempamerkan ilmunya kecuali setelah ditanya oleh Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu.

     Dan hendaknya anak muda lebih bersemangat dalam belajar, terutama dalam menuntut ilmu keislaman. Sebagaimana Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma yang di dalam hidupnya tak pernah lelah untuk bertanya seputar ilmu keislaman, baik kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, ataupun kepada para ulama di kalangan sahabat. Mari kita contoh tips hebat ala Ibnu ‘Abbas ini, tak pernah lelah bertanya hingga paham betul dalam suatu perkara dalam Islam.

         Cerita ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari Rahimahullah di dalam Shahihnya no. 4294, terdapat pula di dalam tafsir Ibnu Katsir tentang surat An Nashr.

Wallaahu a’lam

#Save_Remaja!!!

#Save_Bangsa!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *