Optimalkan Ibadah di Bulan Ramadhan, Raih Nilai Ketaqwaan

SPEAK YOUR MIND

Sahabat CRB Rohimakumulloh. . .

     Bulan Ramadhan yang penuh berkah dan kemuliaan akan segera tiba. Sudah seyogianya bagi kita untuk bersukacita atas akan hadirnya tamu mulia ini. Dan kita pun wajib memahami tujuan utama Allah SWT mempertemukan kita dengan bulan mulia ini yang tiada lain adalah agar kita menjadi hamba yang bertakwa. Yaa, bertakwa kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa.

      Nah, agar nilai ketakwaan bisa terwujud maka hendaknya kita berusaha untuk mengoptimalkan ibadah-ibadah kita di bulan Ramadhan ini dengan amalan-amalan yang utama seperti yang telah diajarkan oleh panutan mulia kita Rosululloh SAW.  Amalan-amalan utama tersebut antara lain:

  1. Ikhlas dan Ittiba’

         Jadikan ibadah shaum yang kita lakukan adalah karena motivasi iman dan motivasi meraih pahala disisi Allah, bukan hanya sekedar menjaga dari yang membatalkan dengan menahan lapar dan dahaga saja akan tetapi berusaha menjaga nilai pahala dengan cara menjauhi segala yang diharamkan seperti mencacimaki, berbuat ghibah dan menzholimi orang  lain.

         Selain itu, kita wajib berittiba’ (mengikuti Rosululloh SAW dalam segala hal peribadatan) dan menjaga sunnah-sunnah Beliau ﷺ dalam ibadah Shaum seperti: menghakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka dan berdo’a disaat berbuka dan amalan ibadah lainnya sesuai dengan apa yang telah dicontohkan Rosululloh SAW.

  1. Shalat Malam (Tarawih)

       Shalat malam atau yang lebih kita kenal dengan istilah shalat tarawih memiliki keutamaan yang sangat mulia di sisi Allah SWT, diantaranya akan menghapuskan dosa-dosa kita apabila kita shalat malam karena iman dan mengharapkan pahala serta ampunan dari-Nya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa shalat malam karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah maka Allah akan menghapuskan kesalahannya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam nawawi  mengatakan bahwa arti ihtisaban adalah:

‘’Semata-mata hanya mengharapkan balasan dari Allah.”

     Dan dianjurkan shalat bersama imam sampai selesai, karena shalat berjamaah bersama imam sampai selesai memilki keutamaan seperti berikut:

Rasulullah  bersabda:

“Barang siapa yang shalat malam bersama imam sampai selesai tercatat untuknya seperti shalat satu malam.”(HR.Ahmad)

       Imam Ahmad Rohimahulloh  senantiasa mengamalkan perkara ini sampai imam selesai dari shalatnya. Tentang jumlah rakaat shalat malam tidak ada batasan tertentu yang terpenting pelaksanaannya harus thuma’ninah dan menyempurnakan perkara yang wajib dalam shalat bukan justru tergesa-gesa karena mengejar target roka’at.

  1. Tilawah Al-Qur’an

     Sejak dahulu kala para ulama mengistilahkan bulan Ramadhan dengan istilah “Syahrul Qur’an” (Bulan Al-Qur’an). Seorang Imam Ahlus sunnah Az-Zuhri pernah ditanya tentang amalan di bulan Ramadhan, lalu Beliau menjawab: “Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan nilainya sangat besar, begitupula dengan memberikan makanan untuk orang yang berbuka.’’ Ya, amalan yang menghasilkan nilai besar adalah membaca al-Qur’an, karena jika seseorang membaca satu huruf saja dari al-Qur’an Allah  akan membalasnya dengan sepuluh kebaikan itu jika dikerjakan di luar bulan ramadhan lalu bagaimana jika membacanya di bulan Ramadhan? Sepertinya matematika rasio kita akan kelelahan menghitungnya. Ucapkan saja, “Wallaahu a’lam.” Betapa Maha Pemurah Allah SWT.

      Para ulama menjadikan bulan Ramadhan waktu untuk berinteraksi dengan al-Qur’an sehingga banyak para ulama yang meninggalkan majelis-majelis ilmu di bulan Ramadhan dan mengkhususkan membaca al-Qur’an dari mushaf. Dengan waktu yang luas itu tidak heran jika orang-orang shalih terdahulu sanggup menghatamkan al-Qur’an hanya dengan 3 hari sekali, ada yang menghatamkan dengan waktu seminggu sekali. Lantas bagaimana dengan kita nih Sahabat CRB sekalian??? Bisakah satu kali saja mengkhatamkan  al-Qur’an di bulan Ramadhan ini? Harus bisa!!!

      Ibnu Ash-Shalah  berkata: “Membaca al-Qur’an adalah kemuliaan dari Allah kepada manusia. Karena disebutkan bahwa para malaikat tidak diberi kemuliaan ini. Mereka hanya diberi kesungguhan untuk mendengarkan dari manusia’’

Imam Asy-Syafi’i mengkhatamkan 60 kali khataman.

 “Rabi’ bin Sulaiman berkata, “Imam asy-Syafi’i mengkhatamkan al-Quran di bulan Ramadhan sebanyak 60 kali, dan setiap bulan biasa sebanyak 30 kali khataman “.

Imam Bukhari khatamn satu kali tiap hari.

كَانَ مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيْلَ يَخْتِمُ فِي رَمَضَانَ فِي النَّهَارِ كُلَّ يَوْمٍ خَتْمَةً، وَيَقُوْمُ بَعْدَ التَّرَاوِيْحِ كُلَّ ثَلَاثِ لَيَالٍ بِخَتْمَةٍ

“Muhammad bin Ismail (Imam al-Bukhari) mengkhatamkan al-Quran di siang hari bulan Ramadlan sebanyak satu kali khataman, dan salat malam setelah Tarawih khatam al-Quran tiap 3 hari “

  1. Dermawan

       Dermawan merupakan sifat Allah  yang maha tinggi sehingga salah satu nama-Nya Al-Jawwad artinya yang maha pemurah dan Rasulullah  bersabda:

“Sesungguhnya Allah maha pemurah dan menyukai kedermawanan, menyukai akhlaq yang baik dan membenci akhlaq yang buruk.”

       Salah satu akhlaq Rasulullah  adalah dermawan dan semakin bertambah kedermawanannya ketika datang bulan Ramadhan. Ibnu Abbas R.A.  mengatakan:

“Rasulullah  adalah manusia yang paling dermawan dan semakin bertambah kedermawanannya di bulan Ramadhan..” (HR.Bukhari)

     Bersemangatlah karena Allah SWT dalam menjalankan ibadah ini. Bersungguh-sungguhlah untuk berhias ketakwaan dan melalui setiap nafas kita dengan ibadah. Jadikan bulan Ramadhan sebagai momentum perubahan diri untuk menjadi hamba Allah SWT yang lebih bertakwa. Semoga Allah mempertemukan kita dengan bulan mulia ini dan menerima amal ibadah kita semua serta memberikan nikmat ketakwaan kepada kita semua. Aamiin yaa Robbal ‘Aalamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *