MERAPATKAN BARISAN

4 Comments

Apa kabar kamu, sahabat? Mudah-mudahan Alloh selalu memberikan perlindungan-Nya kepada kita dan meneguhkan kita untuk istiqomah di jalan yang lurus, aamiin.

Alloh subhanahu wa ta’ala telah mengajarkan tentang merapatkan barisan. Alloh berfirman dalam surat Shof ayat 4,

إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلَّذِينَ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِهِۦ صَفًّا كَأَنَّهُم بُنْيَٰنٌ مَّرْصُوصٌ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”

Di dalam tafsir Imam Ibnu Katsir dituliskan bahwa Muqotil bin Hayyan rohimahulloh mengemukakan, “Orang-orang mukmin berkata, ‘Seandainya kami menemukan amalan yang paling disukai Alloh, maka pasti kami akan mengamalkannya.’ Kemudian Alloh menunjukkan amalan yang paling disukai-Nya melalui firman-Nya, ‘Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur.’ Alloh menjelaskan kepada mereka bahwa mereka diuji melalui peperangan Uhud, namun mereka berpaling dari Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam seraya meninggalkan beliau.”

kingdom-of-heaven-9

Ingat kejadian perang Uhud? Ya, kaum muslimin mengalami kekalahan waktu itu disebabkan sebagian pasukan pemanah tidak mamatuhi perintah Rosululloh sebagai pemimpin. Pasukan pemanah melihat ghonimah dan ingin merebutnya, padahal arahan Rosululloh kepada mereka cukup jelas untuk tidak meninggalkan posisi memanah. Ketika pasukan musuh tiba-tiba menyerang balik, sebagian pasukan kaum muslimin berpaling dan meninggalkan Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam, maka mereka pun kalah. Inilah maksud dari ayat sebelumnya ketika Alloh berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan?” (QS. Shof: 3)

Ketika orang-orang mukmin mengharapkan diturunkannya kewajiban jihad kepada mereka, tetapi setelah kewajiban jihad itu diberikan, sebagian mereka ingkar. Demikian ini yang menjadi pendapat Imam Ibnu Jarir rohimahulloh.

Sebagian ahli tafsir menjelaskan bahwa ayat-ayat ini diturunkan memang berkenaan dengan keadaan perang. Ada seseorang yang berkata, “Aku telah berperang,” padahal sama sekali dia tidak berperang. “Aku telah menikam,” padahal dia tidak menikam. “Aku telah memukul,” padahal dia tidak. “Aku telah bersabar,” padahal dia tidak pernah bersabar. Maka Imam Malik pun meriwayatkan dari Zaid bin Aslam, ia mengatakan mengenai firman Alloh surat Shof ayat 3, yakni jihad.

Kemudian sahabat, Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri rodhiyallohu’anhu, ia bercerita, Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga kelompok orang yang Alloh akan tertawa kepada mereka, yaitu kepada orang yang bangun tengah malam, kepada orang-orang jika berbaris untuk mengerjakan sholat dan orang-orang jika berbaris untuk berperang.” (HR. Ibnu Majah)

Melanjutkan tentang firman Alloh, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur,” Sa’id bin Jubair berkata, “Rosululloh tidak menyerang musuh kecuali dengan membariskan pasukan.” Ini merupakan pengajaran langsung dari Alloh subhanahu wa ta’ala kepada orang-orang yang beriman untuk senantiasa saling menguatkan satu sama lain dalam segala hal, sehingga seakan-akan mereka seperti بُنْيَٰنٌ مَّرْصُوصٌ suatu bangunan yang tersusun kokoh. Maksudnya, satu dengan lainnya saling bersentuhan badan dalam barisan. Sedangkan Muqotil bin Hayyan mengatakan, “Satu dengan yang lainnya saling merapatkan barisan.”

Ibnu Abbas rodhiyallohu’anhuma berkata tentang firman Alloh, “Seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang kokoh,” yakni teguh, tidak akan tumbang, masing-masing bagian merekat erat dengan yang lain.

Kemudian Qotadah rohimahulloh, masih mengenai Firman Alloh tersebut, mengatakan, “Tidakkah engkau perhatikan pemilik bangunan, bagaimana ia tidak ingin bangunannya itu berantakan.” Demikian pula Alloh yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia tidak menyukai jika perintahnya tidak dipatuhi. Dia telah membariskan orang-orang mukmin dalam peperangan dan sholat, maka hendaknya seseorang berpegang teguh pada perintah Alloh subhanahu wa ta’ala, karena ini merupakan pelindung bagi orang yang mau berpegang kepadanya dengan senantiasa merapatkan barisan dalam setiap urusan. Wallohua’alam

KaEL (0812 8296 8984)

4 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *