MENGULITI SEKOLAHAN OBAMA DI JAKARTA  

SPEAK YOUR MIND

Sekolah SDN 01 Besuki, mungkin banyak diantara kita belum atau tidak mengetahui apa keistimewaan dari sekolah ini. Sekolah yang bertempat di daerah menteng, Jakarta Pusat ini mendadak menjadi terkenal ketika Presiden AS ke 44 Barrack Obama terpilih menjadi Presiden. Ada  apa dengan sekolah ini?

Betul sekali SDN 01 Besuki sempat menjadi tempat Presiden Barrack Obama menimba ilmu pada penghujung 1960-an, dulunya adalah ‘sekolah milik Freemasonry’. Apa buktinya? Buku kenang-kenangan freemasonry di Hindia Belanda 1767-1917 yang diterbitkan atas prakarsa tiga loge besar di Jakarta , Semarang dan Surabaya menulis sebuah sekolah di Besukiweg (Jalan Besuki) sebagai sekolah milik Freemasonry.

Albertus Samuel Carpentier Alting (1837-1915) alumnus teologi dari Universitas Leiden, tokoh besar dalam jaringan Freemasonry di Indonesia dan pendiri Carpentier Alting Stichting (Yayasan Carpentier Alting) berinisiatif mendirikan sebuah lembaga pendidikan di daerah tersebut pada 1902. Yayasan ini sendiri dibawah Ordo van Vrijmetselaaren Nederlandsche Oost Indie (Ordo Freemasonry di Hindia Belanda). Sekolah itu dulunya  bernama Nassau School Carpentier Alting Stichting (NS-CAS/Sekolah Dasar CarpentierAlting).

Alting adalah seorang pastur Protestan yang menjadi anggota Freemasonry paling berpengaruh pada masanya. Untuk pertama kalinya ia mendarat dan tinggal di kota Padang. Kemudian ia bergabung menjadi anggota Loge Matahari  di kota  itu dan terlibat mendirikan dua badan sosial milik Freemasonry, yaitu Perkumpulan Pengurusan Yatim Piatu dan Padang Frobel School yang dibuka pada 1889.

Kemudian Alting dipindahkan dari Padang ke Buitenzorg (sekarang Bogor) dan terlibat aktif dalam Buitenzorg Maconniek Societiet (Perkumpulan Mason Bogor) yang kemudian menjadi  cikal bakal berdirinya Loge Excelsior pada 1891 dikota ini. Dari Buitenzorg, pada 1895 Alting dipindahkan ke Semarang. Di kota inilah pada tahun yang sama ia mengagas berdirinya Indisch Maconniek Tijdschrift (Majalah Mason Hindia).

Sepanjang karirnya sebagai anggota Mason, Alting memang banyak aktif dalam aksi kemanusiaan, termasuk mendirikan lembaga sekolah. Selain sekolah dijalan besuki  bernama Lyceum Batavia (Primary School Batavia), Alting juga membuka  sekolah di jalan Tegal 10,  Menteng, dan di Koningsplein Oost 14 (Medan Merdeka Timur 14) yang sekarang menjadi Gedung Galeri Nasional. Pada masa lalu, gedung galeri yang sampai sekarang berdiri megah itu adalah bagunan tempat sekolah HBS Hoogere Burgere School, sekolah untuk perempuan (Meisjes)  berikut dengan asramanya.

Selain dua sekolah yang disebutkan, Alting juga mendirikan sekolah untuk laki-laki (jongenschool), MULO dan Pensioonat voor Meijes School atas persetujuan Freemasonry.

Bisa kita bayangkan, betapa banyaknya sekolah-sekolah yang ada di Jakarta di dirikan oleh Freemasonry ini menandakan bahwa mereka serius menyerang kita dari sektor pendidikan. Bahkan sekolah yang didirikan oleh Freemasonry menjadi sekolah favorit bagi masyarakat Eropa di Batavia bahkan di Hindia Belanda selama setengah abad sejak didirikannya.

 

 

Oleh: Hilmi Aslam, Duta CRB

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *