Menelisik Gaya Gravitasi Bumi dan Alam Semesta

SPEAK YOUR MIND

Mari sejenak kita bertamasya ketengah-tengah alam semesta, kita saksikan keagungan Alloh SWT melalui ciptaan-ciptaan-Nya yang sangat sempurna tiada cela. Dia menaburkan rahmat dan kasih sayang-Nya di segenap penjuru alam semesta, dari makhluk raksasa seperti bintang Antares hingga si makhluk mikro mini, Amoeba.

Dalam artikel ini kita akan mempelajari setitik ilmu dari ilmu Alloh SWT yang Maha Luas tak terhingga dalam penciptaan gaya gravitasi bumi dan alam semesta. Apa peran dan manfaat gaya gravitasi di bumi dan alam semesta ini??? Bagaimana keadaan alam semesta jika tanpa gravitasi??? Dan hikmah-hikmah besar lainnya yang Insya Alloh dapat mempertebal keimanan kita terhadap Alloh SWT. Dzat Maha Dahsyat, Tuhan Semesta Alam.

Peran gaya gravitasi di alam semesta ini sangat besar, apabila gravitasi di planet Bumi lebih besar dari 1G1 (Satuan Gravitasi), mungkin air di Bumi tidak akan menguap dan mengembang di angkasa sebagai awan. Seandainya panas matahari yang sampai ke bumi lebih panas dari yang sekarang, pastilah air di muka bumi akan menguap seluruhnya.

Sungguh luar biasa planet Bumi ini, semua faktor yang ada memberikan dukungan satu sama lain dengan tercapainya keseimbangan tanpa cacat. Hukum-hukum gravitasi yang kita kenal juga berlaku di seluruh planet dan seluruh alam semesta. Tubuh kita ditarik oleh gravitasi bintang yang berjarak miliaran tahun cahaya dan kita tidak dapat melihatnya. Tetapi, tubuh kita juga ditarik dengan baik oleh gravitasi bumi sebesar 1G (Satuan Gravitasi)  yang membuat kita tetap bisa berdiri dan hidup nyaman di bumi.

Itulah yang disebut jaring-jaring gravitasi di alam semesta, yaitu suatu ikatan tarikan yang menyatukan kita dalam satu kesatuan kosmis. Sir Isaac Newton mengemukakan hukum gravitasi ini dalam rentang masa hidupnya antara tahun 1642-1727. Sedangkan Allah Ta’ala melalui Rasul-Nya telah mengatakan hukum gravitasi tersebut 1435 tahun yang silam dengan bahasa yang indah, seperti dibawah ini,

إِنَّ اللَّهَ يُمْسِكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ أَنْ تَزُولا وَلَئِنْ زَالَتَا إِنْ أَمْسَكَهُمَا مِنْ أَحَدٍ مِنْ بَعْدِهِ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا (٤١)

 “Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya tidak lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS.Fathir : 41)

Ayat Al-Qur’an tersebut menjelaskan keberadaan suatu kekuatan yang dapat menahan langit dan bumi, dan itulah yang disebut gaya gravitasi.

Isaac Newton dapat menghitung dan menyusun sebuah teori tentang gaya gravitasi. Tetapi, dia dan seluruh ilmuwan di dunia hingga hari ini belum mengerti bagaimana gaya gravitasi itu muncul dengan sendirinya sebelum peristiwa Big Bang terjadi.

Setiap gugusan bintang, planet, satelit, asteroid, komet, dan lain sebagainya di jagat raya ini secara otomatis memiliki gaya tarik dalam tubuhnya. Semuanya terikat satu sama lain di alam semesta dalam suatu jaringan ikatan yang di sebut ikatan gaya gravitasi. Itulah makna kalimat Allah Ta’ala dalam ayat diatas bahwa Allah Ta’ala menahan langit dan bumi agar tidak lenyap. Subhanallah.

Sunguh luar biasa informasi yang telah diberikan ayat diatas, hal tersebut dipahami bahwa gravitasi ternyata telah dijelaskan lebih dari satu milenium lalu sebelum Newton mengungkapkan teorinya pada abad ke-16.

Marilah kita perhatikan perkataan Isaac Newton dibawah ini:

“Sistem matahari, planet-planet, dan komet yang sangat indah ini hanya dapat berlangsung dengan tuntunan dan kendali Zat Cerdas dan Berkuasa. Zat ini mengatur segalanya, bukan sebagai sukma dunia, namun sebagai Tuhan bagi semuanya. Dia biasa disebut Tuhan, penguasa semesta alam.” Isaac Newton (1642-1727), Bapak Fisika Modern, penemu Gaya Gravitasi.

Seperti telah disinggung diatas, gravitasi telah terbentuk dan diciptakan oleh Robbul ‘Alamin (tuhan dan penguasa semesta alam) sejak sebelum peristiwa Big Bang sekitar 13,7 miliar tahun lalu.

Gravitasi merupakan sebuah jaring-jaring yang menghubungkan miliaran galaksi, triliunan bintang, dan triliunan planet-planetnya. Gravitasi bukan hanya milik Planet Bumi. Dalam hal ini, sains modern belum dapat menjelaskan bagaimana gravitasi ini muncul di alam semesta sejak miliaran tahun lalu.

Ya Allah,

Kami semakin paham

Tak ada atas kami kecuali dengan limpahan pertolonganmu

Engkaulah yang menahan langit dan bumi

Agar kami tidak lenyap bersamanya.

Terima kasih Ya Rahman,

Atas semua pemberian agung ini.

Bimbinglah kami menuju ridhomu,

Jauhkan kami dari segala kekhilafan dan pengingkaran atas nikmat-Mu.

(Oleh: Adi Wira Somantri, Duta CRB. Disarikan dari buku Menyibak Rahasia Sains Bumi dalam al-Qur’an, karya Ir.Agus Haryo Sudarmojo)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *