Jangan Salah Kaprah

SPEAK YOUR MIND

“Bisa jadi kalian membenci sesuatu, padahal itu sangat baik bagi kalian, dan bisa jadi (pula) kalian menyukai sesuatu padahal itu sangat buruk bagi kalian.” (QS. Al-Baqoroh: 216)

Ada apa dengan kita hari ini, kawan? Sering menilai sesuatu yang baik sebagai sesuatu yang buruk dan sebaliknya, menilai suatu keburukan sebagai kebaikan. Kita sering salah kaprah!

Kita mengira, bahwa kehidupan dunia adalah segalanya, seakan-akan kebahagiaan itu ada padanya. Bukankah kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau, serta tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu?

Kita mengira, sedekah adalah pengurang harta dan rizki yang dimiliki. Sadarkah kita? Bukankah sedekah itu adalah pelindung harta, pembuka pintu rezeki dan penolak bala?

Kita merasa, mendengarkan musik adalah sesuatu yang mendatangkan kenikmatan dan menyenangkan. Bukankah musik itu adalah senandung syetan yang mengeraskan hati dan membuat pendengarnya lalai dari kesadaran?

Kita menyangka, mendapatkan pasangan cantik dan rupawan adalah sebuah kebanggaan yang akan mendatangkan kebahagiaan. Tidak sadarkah kita? kebahagiaan dan ketenangan adalah milik mereka yang mendapatkan pasangan soleh dan solehah yang beriman!

salah kaprah

Kita mengira, orang gaul itu adalah mereka yang tahu banyak tentang trend fashion terkini, musik terkini, film terkini dan semuanya yang teranyar. Mereka yang bangga dengan gayanya yang nge-Rock, Pungk, Hip Hop, dan R&B. Sadarkah kita? Mereka adalah orang-orang berselera rendahan!

Bukankah lebih mengagumkan mereka yang tahu kebenaran, mengikutinya, dan teguh di dalamnya? Tidak perduli apa yang orang lain pikir dan katakan. Juga tak perduli apakah sesuai dengan trend teranyar atau malah ketinggalan zaman. Siapa yang lebih baik pakaiannya daripada orang-orang yang mengikuti cara berpakaian mereka yang dipuji oleh Dzat yang Maha Indah?

Kita menyangka, mereka yang mencari kesenangan dan kenikmatan dengan sesuatu yang diharamkan dan berzina ria, merasakan kesenangan dan menikmati kehidupan. Tidakkah kita tahu? Orang yang melakukan sesuatu yang haram akan mengalami kesusahan. Bukankah zina itu perbuatan orang-orang yang menjijikan, tidak tahu arti kehormatan dan menukar sesuatu yang baik dengan keburukan yang mendatangkan kesengsaraan tak berkesudahan?

Kita mengira, kebahagiaan adalah milik mereka yang memiliki jabatan tinggi dan harta yang melimpah. Kitapun terkadang berangan-angan untuk mendapatkannya. Tidak yakinkah kita? Kebahagiaan dan ketenangan adalah milik orang beriman, yang mengikuti petunjuk Alloh, menyerahkan diri pada-Nya dan berbuat baik sesamanya! Di sanalah letak kebahagiaan!

Kita merasa, akhlak baik itu sudah tidak zaman, norak dan kampungan. Percayalah! Tidaklah akhlak baik itu melekat pada budi pekerti seseorang, kecuali baginya kemuliaan.

Kita sering merasa, shalat adalah kewajiban dari Alloh yang menjadi beban. Bukankah sholat itu salah satu bentuk kasih sayang Alloh untuk melindungi kita agar jauh dari berbuat kesalahan dan kebodohan? Bahkan terkadang, kita juga merasa bahwa agama itu adalah sesuatu yang kolot, kuno dan ketinggalan zaman.

Bangunlah wahai kawanku! Hilangkan pikiran itu! Yakinlah, agama adalah cara yang tidak pernah ketinggalan zamannya, terjitu dan cara termudah untuk menempuh kehidupan dengan penuh kebahagiaan dan kepuasan sepanjang masa.

Kita semua tahu, bahwa seorang ibu lebih tahu apa yang terbaik buat anaknya, seorang guru lebih mengerti dari pada murid yang diajarinya dan seorang yang melihat menjadi penuntun bagi yang buta. Bagaimana mungkin kita mengabaikan petunjuk dari Sang Pencipta semua ibu, pemberi ilmu para guru dan pemberi penglihatan kepada semua yang dapat melihat?

Apakah manusia yang hidup tidak lebih dari umur bumi dan tinggal di suatu tempat di dalamnya lebih mengetahui dari pada Alloh Yang hidup kekal, Yang menciptakan bumi dan menguasainya?

Jadi kawanku, janganlah sok tahu tentang kehidupan. Jangan coba-coba mencari jalan yang belum pasti, hidup cuma sekali. Hiduplah dengan tuntunan Islam, yang segala macam kebaikan terhimpun di dalamnya. Bukalah Al-Qur’an dan Sunnah Rasululoh; baca, pelajari, renungkan, amalkan dan rasakanlah sensasinya.

WaAlloh A’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *