I’m Muslim And I’m Proud of It

SPEAK YOUR MIND

Sahabat CRB yang dirahmati Allah ﷻ!!!

      Artikel ini akan memberikan sebuah esensi tentang keindahan dan kenikmatan hidup yang hakiki, sekaligus melumpuhkan kecacatan pluralisme yang menganggap semua agama itu benar.

        Islam adalah agama tauhid, yakni agama yang menjadikan Allah ﷻ sebagai satu-satunya Rabb dan sembahan, ini adalah inti ajaran yang disebarkan oleh para Nabi dan Rasul sejak dahulu. Tidak ada satu Nabi dan Rasul pun yang tidak mengajarkan tauhid kepada umatnya. Nabi Musa A.S tidak pernah mengajarkan untuk menyembah patung sapi kepada umatnya, yang mengajarkan kepada kaumnya untuk menyembah patung sapi adalah seorang pengkhianat bernama Samiri, cikal bakal dari agama Zionis Yahudi. Begitu pun Nabi Isa A.S tidak pernah mengajarkan Trinitas (Tiga Tuhan) kepada kaumnya, namun yang mengajarkan teori tentang tiga tuhan adalah seorang pengkhianat yang mengaku-ngaku sebagai pengikutnya yakni Paulus dalam kitab perjanjian baru yang ditulis dengan akal dan tangannya sendiri, dari sinilah agama Kristen (penyembah Nabi Isa AS) terlahir.

      Begitulah, selalu saja ada orang yang menyelewengkan agama dan syari’at Allah ﷻ dari kalangan jin ataupun manusia, maka diutuslah Nabi dan Rasul setelahnya untuk meluruskan dan menyempurnakan syari’at Allah ﷻ di muka bumi ini dari masa ke masa, dari mulai nabi Nuh A.S sampai Nabi Muhammad ﷺ.

      Jadi, semua Nabi menyampaikan ajaran tauhid, dan ajaran tauhid adalah Islam dan pasti Islam. Alhamdulillah kita terlahir sebagai seorang Muslim, sebuah kehormatan dan kemuliaan karena agama kita sama dengan agama seluruh Nabi, baik yang 25 ataupun lebih dari 120.000 Nabi-Nabi lainnya seperti Nabi Yusya bin Nun A.S, Nabi Hizqiyal bin Budza A.S, Nabi Syits bin Adam A.S dll.

Mengapa semua Nabi beragama Islam?

Karena hanya agama Islam adalah satu-satunya agama yang diterima di sisi Allah ﷻ dan diridhainya, sebagaimana yang Allah ﷻ firmankan:

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19)

Bagaimana dengan nasib orang-orang non Islam di akhirat kelak?

      Sangat memprihatinkan dan merugi, karena mereka telah berlelah-lelah beribadah kepada tuhan-tuhan yang mereka buat sendiri, namun tidak memperoleh sedikit kebaikan pun dari apa yang mereka sembah. Demikian pernyataan Allah ﷻ di dalam Q.S Ali Imran ayat 85:

“Barang siapa yang menganut agama selain Islam, agama (yang ia anut) itu tidak akan pernah diterima di sisi Allah ﷻ. Dan mereka akan menjadi orang-orang yang merugi di akhirat kelak.”

        Sungguh yang menciptakan seluruh alam semesta itu adalah Allah ﷻ, tidak ada sekutu bagi-Nya. Seluruh tuhan dari agama lain adalah buah karya Iblis belaka untuk menyesatkan umat manusia. Iblis tidak peduli agama apa saja yang dianut oleh manusia, asal jangan sampai Islam. Maka dibuatlah agama-agama bumi, dan diselewengkanlah agama langit yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul dalam waktu tertentu, namun Allah ﷻ tidak akan pernah membiarkan agamanya diselewengkan untuk waktu yang lama, maka diutuslah para Nabi dan Rasul setelahnya untuk meluruskan dan memberi peringatan kepada umat yang sedang disesatkan oleh Iblis dan bala tentaranya. Begitulah dari masa ke masa, hingga Allah ﷻ mengutus Rasul terakhirnya dengan membawa keterangan yang nyata, dan tanda yang tidak akan hilang untuk selama-lamanya.

      Sahabat CRB!!! Jangan sampai akidah kita tergadai dengan buaian dan tipu rayu dunia. Pertahankanlah agama semua para Nabi dan Rasul dan berbahagialah berada bersama mereka. Kita harus bangga menjadi seorang Muslim, karena inilah kenikmatan terbesar di dunia ini. Pertahankan Islam sebagai diri kita hingga kematian menjemput kita. Apapun yang terjadi, tetap Islam sampai mati. Katakanlah “I’m Muslim And I’m Proud of It”. “Aku bangga menjadi seorang Muslim.”

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *