Bolehkah Mengucapkan “Merry Christmas”?

SPEAK YOUR MIND

MC

         Sahabat CRB sekalian!!!

         Memasuki akhir bulan Desember, umat Islam kembali tersibukkan dan terombang-ambing dengan pertanyaan-pertanyaan klasik. Pertanyaan ini sebenarnya selalu muncul setiap tahunnya dan seharusnya bukan menjadi hal yang membingungkan lagi bagi umat Rasulullah ﷺ ini. Pertanyaan itu adalah bagaimana hukum mengucapkan selamat natal kepada umat kristiani.

      Terlebih di media sosial mulai ramai akan perbincangan menyangkut hal ini. Jadi, tidak ada salahnya kita kembali mengulas bagaimana hukum ucapan selamat natal. Dalam sebuah video di youtube seorang kristolog kondang yang  tidak asing lagi bagi kita, Dr. Zakir Naik pernah membahas masalah ini. Video ini dipublish pada tanggal 3 Oktober 2015 dan sudah dilihat 4583 kali. Potongan video berdurasi 2:23 menit ini berjudul “Can Muslim Say Merry Christmas?”. Dalam pidatonya, Dr. Zakir mengatakan, “Beberapa bulan lagi akan datang hari natal, kebanyakan muslim ketika bertemu dengan kristiani mengucapkan selamat natal.” Sontak hal itu mengundang senyum para hadirin, mungkin ada di antara hadirin yang masih melakukannya.

          Dr. Zakir melanjutkan dalam pidatonya bahwa hal itu sering dilakukan atas dasar persahabatan. Da’i kelahiran 18 Oktober 1965 ini melanjutkan bahwa ketika kita mengatakan selamat natal kepada umat kristiani sebenarnya itu adalah pengakuan bahwa Allah telah melahirkan seorang anak pada 25 Desember (Naudzubillah)*. Sebuah kata pengundang kemurkaan Allah, yang langit pun nyaris pecah dan luluh lantah karena ucapan ini sebagaimana firman Allah dalam surat Maryam (19) ayat 88-90 yang berbunyi :

“Dan mereka (kaum kristiani) berkata : ‘(Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak’. Sungguh mereka (kaum kristiani) telah mengatakan sesuatu yang sangat mungkar. Hampir saja langit pecah, bumi terbelah dan gunung-gunung ambruk karena ucapan itu.” (QS. Maryam (19) : 88-90)

        Kristolog kondang asal India ini kembali menekankan dengan nada keras bahwa ketika seseorang mengucapkan selamat natal maka sama saja itu adalah ungkapan pengakuan dan kesaksian bahwa Allah melahirkan anak pada 25 Desember.

       Dr. Zakir mengajak untuk mendakwahi mereka kaum kristiani akan hakikat sebenarnya ketuhanan Yesus. Ulama asal India ini mengatakan , “Jika Natal tiba, tanyakan saja kenapa Anda merayakan Natal. Maka, mereka akan mengatakan bahwa ini adalah kelahiran Yesus. Kemudian tanyalah kembali,’Siapa itu Yesus?’, mereka akan menjawab ‘Yesus itu tuhan yang Maha Kuasa.’”

       Ketika mereka menjawab bahwa Yesus itu tuhan, menurut Dr. Zakir Naik itulah waktu yang tepat untuk memulai dakwah pada mereka. Dakwah tentang apa? Yaitu dakwah menggugat ketuhanan Yesus. Dr Zakir Naik dengan lantang mengatakan tidak ada satupun pernyataan yang jelas di seluruh Alkitab bahwa Yesus sendiri berkata aku adalah tuhan dan sembahlah aku. Bahkan, beliau menantang jika ada seorang kristiani saja bisa menunjukkan di bagian manapun dari Alkitab tersurat pernyataan jelas bahwa Yesus mengatakan aku adalah tuhan dan sembahlah aku, maka Dr. Zakir siap masuk agama Kristen saat itu juga.

        “Jika ada seorang kristiani saja bisa menunjukkan saya di bagian manapun dari Alkitab, pernyataan yang jelas di seluruh Alkitab bahwa Yesus mengatakan aku adalah tuhan dan sembahlah aku, maka saya siap masuk Kristen, sederhana!!!.” Tantang kristolog alumnus University of Mumbai ini.

       Menjelang akhir pidatonya dalam potongan video itu, Dr Zakir menghimbau seluruh kaum muslimin untuk membuang jauh-jauh rasa takut dalam berdakwah. Beliau mengatakan bahwa sudah menjadi kewajiban bagi muslim untuk menyampaikan firman Allah. Ia melanjutkan bahwa banyak orang kristiani yang kagum dengan dirinya dan banyak mengambil banyak ilmu dan manfaat dari ceramah-ceramahnya. Oleh karena itu, setiap muslim seharusnya tidak berhenti menyuarakan dakwah islamiyah.

     Kesimpulan yang dapat kita ambil dari potongan ceramah Dr. Zakir ini adalah salah besar jika atas nama persahabatan atau atas dasar yang lain kita mengucapkan selamat natal kepada umat kristiani. Karena, ketika kita mengatakan selamat natal kepada umat kristiani sebenarnya itu adalah pengakuan bahwa Allah telah melahirkan seorang anak pada 25 Desember. Jadi, marilah jaga aqidah dan iman kita di saat banyak umat Islam yang lalai, marilah kita sebarkan risalah ini agar semakin banyak kaum muslimin yang tersadarkan. Wallahu a’lam bi shawab.

          Jadi bagaimana, Sahabat CRB sekalian???

      Apakah kita mau mengucapkan sebuah ucapan yang hampir-hampir saja langit pecah, bumi terbelah dan gunung-gunung ambruk karena ucapan ini? Remaja Islam sejati tentu akan berkata “Tidak Mau!”

*Dalam teologi (keyakinan ketuhanan) umat kristiani, Yesus yang mereka sembah adalah Nabi Isa A.S. yang kita yakini sebagai salah seorang Nabi dan Rasul. Sedangkan menurut mereka ayah Yesus adalah Allah SWT.

Disarikan dari artikel Kak Dhani El-Ashim (kiblat.net)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *