Arti Cinta Sejati

SPEAK YOUR MIND

       Sahabat CRB!!! Jika diperhatikan banyak sekali remaja Islam yang terjebak dalam cinta palsu berbalut nafsu yang dinamai pacaran. Mereka mengira bahwa cinta yang selama ini diekspresikannya itu adalah cinta sejati. Nggak akan terpisah meski maut menghampiri. Halah, memang yakin dia jodohmu? Kayaknya masuk jenjang pernikahan juga belum tentu deh. Bener. Buktinya ada loh yang udah bertahun-tahun pacaran tapi malah nggak nikah-nikah. Ujung-ujungnya putus. Udah bosen kali. Iyalah, wong pacarannya aja bertahun-tahun. Gimana coba kalo sampai tekdung (hamil) duluan? Udah gitu si doi nggak mau tanggung jawab lagi. Duh, udah mah numpuk dosa bertahun-tahun, kehormatan terlanjur dinodai dan ujungnya ditinggalin. Hiks, hiks.. Itu artinya pacaran memang nggak menjamin orang lanjut ke pernikahan. Catet tuh!

     Apalagi pacaran ala anak SD, SMP atau SMA. Abis lulus, masuk sekolah baru. Ketemu wajah-wajah baru termasuk yang kinclong dan tampangnya ok. Terus naksir deh. Udah deh yang lama siap-siap diputusin. Sibuk pacaran dan akhirnya nilai jeblok. Waktu lebih banyak dihabisin dengan si doi. Sebagian teman kita pake logika ngawur, bahwa pacaran bisa nambah semangat belajar. Bisa belajar bareng pula. Hah? Siapa bilang? Ini sih ngeles namanya. Belajar itu harus diniatkan karena Allah Ta’ala, Bro. Buat dapat ilmu dan pahala. Bukan karena pacar. Nggak bener tuh. Cinta kepada lawan jenis wajib pake tuntunan Islam. Nggak pacaran, berzina dan hal terlarang lainnya. Please, jangan nodai cinta!

         Cinta sejati adalah cinta kepada Allah Ta’ala, kepada Rasulullah saw, orangtua, diri sendiri dan kepada segenap kaum muslimin. Tentunya harus sesuai aturan Allah Ta’ala dan diniatkan buat mengharap ridho-Nya. Itulah makna cinta sejati. Kekal dan berlanjut bahkan setelah ajal menjemput yaitu dalam surga-Nya. Itu pun kalo masuk. Mau? Pastinya dong. Aamiin. Cinta kepada hewan, perhiasan, rumah, ladang tanaman dan benda lainnya juga wajib sesuai aturan-Nya. Jangan berlebihan. Jangan sampai melenakan dari perintah dan larangan Allah.

         Maka, jadikan cinta sebagai sarana buat mengharapkan ridho Allah. Semoga rasa cinta itu nggak jadi bumerang yang menjerumuskan ke jurang neraka. Ingat, mencintai itu nggak sembarangan. Mencintai itu dengan dilandasi keimanan. Dan makna cinta lebih luas dari daun kelor. Duh, maksain banget ya. Hehehe. So, mencintailah sesuai dengan aturan Sang Pemilik Cinta yaitu Allah Ta’ala. Semangat!

Disarikan dari artikel Ukhti Muhaira (Remaja Gaul Islami)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *